UTS Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 2 Kampus Milenial ITBI Semester 2 (DUA)

Nama       : IRNA MARLIANA SIREGAR 

Kelas        : Pagi

Jurusan   : Informatika

 

 

Soal !
1. Jelaskan peran dan fungsi sains dan teknologi dalam peradaban manusia !
2. Jelaskan hubungan manusia sains dan teknologi !
3. Jelaskan fungsi keindahan dalam kehidupan manusia !
4. Manusia sebagai pencipta dan pendukung keindahan, jelaskan pernyataan tersebut !
5. Jelaskan proses terjadinya pelapisan sosial !
6. Mengapa terjadi pelapisan sosial dalam kehidupan masyarakat !
7. Jelaskan arti penting lingkungan hidup bagi manusia !
8. Jelaskan prinsip-prinsip dasar pembangunan berkelanjutan !
9. Jelaskan fungsi keluarga dalam kehidupan manusia !
10. Jelaskan tahap pertumbuhan individu !


Jawaban :

1. Dalam kehidupan manusia, sains dan teknologi digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah ,dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Jika melihat fenomena perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa, kita akan melihat bagaimana peran sains dan teknologi yang sangat sentral. Dalam peradaban manusia, kemajuan sains dan teknologi tidak hanya memberikan manfaat bagi manusia namun juga dapat menimbulkan kerugian.

2.  Hubungan manusia dengan sains dan teknologi merupakan hal yang biasa, karena manusia tidak akan lelah akan keinginannya, serta sains merupakan sumber ilmu yang tidak ada habisnya dan teknologi merupakan ciptaan/karya dari manusia tersebut. Seni merupakan sesuatu yang berhubungan dengan karya cipta seseorang yang dihasilkan dari unsur rasa.

3.  Dengan adanya keindahan akan membuat perasaan menjadi tenang dan tentram. Keindahan yang alami dapat memunculkan suatu inspirasi yang sungguh luar biasa. Karena dengan sesuatu yang indah akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi.

4. Keindahan merupakan kebutuhan manusia

Sebagai makhluk budaya, manusia mutlak "membutuhkan keindahan'' disetiap segi hidupnya. Baik yang berhubungan dengan “diri sendiri, orang lain, lingkungan hidup, peralatan, aksesori, kesenangan/ hoby dan hal hal sepiritual / imanen”.

Manusia merasa “lega, puas, mantap, percaya diri, tenang, bahagia dan terasa indah”, jika semua yang diinginkan dapat terwujut seperti yang diharapkan/ dibutuhkan. Segala usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya agar menjadi “lebih indah, bahagia dan lebih tentram”. Keindahan : selalu berhubungan dengan “perasaan, cita rasa dan kualita hidup”.

Kebutuhan manusia akan estetika meliputi hal bersifat “jasmani, rokhani, pribadi/ individu, dan kolektif/ sosial”.

Pencipta Keindahan menurut Paul valery, estetika/ keindahan timbul tatkala filsuf “terbuka pikiran dan hatinya” untuk menyelidiki dan merasakan sesuatu ‘tidak wajar atau tidak seharusnya dan mengharukan’, seperti penindasan, perampasan hak hak, tragedi pembunuhan, mengkultuskan dsb. Estetika/ sesuatu yang indah : “diciptakan oleh manusia”; wujud konkritnya berupa sebuah karya bersumber dari unsur cipta, rasa dan karsa. Karya karya itu berbentuk, ilmu pengetahuan, teknologi, seni musik, tari, lukis, puisi, drama, teatre, kriya, bangunan gedung, rumah, menara dan peralatan berguna bagi hidup manusia.

Pendukung Keindahan :

Manusia (jamak) : masyarakat yang kapasitas dan perananya sebagai “pengguna, pelestari, dan pengembang” hasil karya manusia berupa ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, bangunan gedung, menara, kriya dan peralatan peralatan yang dihasilkan oleh manusia sebelumnya, maupun di jamanya.

Estetika bermanfaat untuk meningkatkan ‘cita rasa’ supaya kehidupan manusia menjadi lebih “bahagia, tentram, damai”, seperti yang menjadi tujuan hidup setiap manusia. Keindahan berguna untuk menjadikan seseorang ‘lebih manusiawi dan bermartabat’.


5. Proses terbentuknya pelapisan sosial dapat terjadi melalui dua cara, yakni secara alamiah dan secara disengaja atau direncanakan oleh manusia

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

– Terjadi dengan Sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

- Terjadi dengan Sengaja

Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

1. Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

2. Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).


6. Mengapa didalam masyarakat terdapat pelapisan sosial ? 

Pelapisan sosial akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai. Sesuatu yang dihargai itu dapat berupa uang atau benda-benda lain yang bernilai ekonomis, politis, agamis, sosial maupun kultural, seperti tanah, ilmu pengetahuan, kekuasaan, kesalehan, ataupun keturunan.

Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang rendah itu disebabkan karena didalam masyarakat terdapat ketidakseimbangan atau ketimpangan (inequality) dalam pembagian sesuatu yang dihargai yang kemudian menjadi hak dan kewajiban yang dipikul oleh para warga masyarakat.

Ada segolongan orang yang mendapat penggolongan lebih besar dan ada segolongan orang yang mendapatkan pembagian lebih kecil. Golongan yang mendapatkan pembagian lebih besar kemudian mendapatkan kedudukan pada pelapisan yang lebihg tinggi dan golongan yang mendapatkan pembagian lebih kecil menduduki pelapisan yang lebih rendah.


7. Arti penting lingkungan hidup bagi manusia, yaitu :

Lingkungan merupakan tempat berlangsungnya kehidupan mahkluk hidup lingkungan sangat penting bagi manusia karena dari faktor lingkungan kepribadian seseorang juga dapat terbentuk. lingkungan juga dapat memberikan ketersediaan bahan pangan, sandang, dan papan.

Lingkungan sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup karena lingkungan merupakan daya dukung kehidupan. Oleh sebab itu, makhluk hidup tak akan bisa dipisahkan dari lingkungannya.

Makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Kalian tentu dapat membayangkan, apa yang terjadi jika seekor ikan dikeluarkan dari akuarium, kolam, atau sungai yang merupakan lingkungan hidupnya? Ikan tersebut akan mati, bukan?

Hal itu terjadi karena tidak adanya unsur-unsur lingkungan yang mendukung kehidupan ikan tersebut. Meskipun lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, namun perlu diingat bahwa tidak semua lingkungan di muka bumi ini memiliki keadaan yang ideal untuk kehidupan makhluk hidup.

Dalam hal ini, makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya.


8. Pembangunan berkelanjutan artinya pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam dengan baik, sehingga generasi mendatang dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dijalankan saat ini.

Prinsip - prinsip pembangunan berkelanjutan antara lain : 

  • Keadilan antar generasi
Prinsip ini mengandung arti bahwa setiap generasi manusia di dunia memiliki hak untuk menerima dan menempati bumi bukan dalam kondisi yang buruj akibat perbuatan generasi sebelumnya.
  • Keadilan dalam satu generasi
Prinsip ini merupakan prinsip yang berbicara tentang keadilan di dalam sebuah generasi umat manusia dimana beban permasalahan lingkungan harus dipikul bersama oleh masyarakat dalam satu generasi.
  •  Prinsip pencegahan dini
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa apabila terjadi ancaman yang berarti yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan maka ketiadaan temuan atau pembuktian ilmiah yang konklusif dan pasti tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda upaya - upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.
  •  Perlindungan keanekaragaman hayati
Prinsip ini merupakan prasyarat dari keberhasilan implementasi prinsip keadilan antar generasi. Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati juga berarti mencegah kepunahan jenis keanekaragaman hayati.
  • Internalisasi biaya lingkungan
Kerusakan lingkungan dapat dilihat sebagai biaya eksternal dari suatu kegiatan ekonomi dan harus ditanggung oleh pelaku kegiatan ekonomi. Oleh karena itu biaya kerusakan lingkungan harus diintegrasikan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumberdaya alam.

 9. Fungsi keluarga dalam kehidupan manusia, yaitu :

  1. Fungsi Biologis dalam Keluarga,  fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan biologis ini sangat penting. Saat suami dan istri saling memenuhi kebutuhan biologis, aktivitas tersebut akan berlanjut pada tahap reproduksi atau meneruskan keturunan. Keluarga adalah sarana reproduksi yang paling tepat. Setelah fungsi biologis dari suami dan istri terpenuhi, maka terjadi proses pengembangbiakan untuk melangsungkan keturunan dari keluarga tersebut.
  2. Fungsi Pemeliharaan dalam Keluarga,  keluarga adalah sarana yang sah secara hukum dan agama untuk meneruskan keturunan. Akan tetapi, fungsi keluarga tidak hanya sebatas memproduksi anak saja, tetapi juga memeliharanya dengan mencukupi segala kebutuhan lahiriah dan batiniahnya. Membesarkan anak adalah salah satu fungsi dari keluarga yang tidak bisa diganggu gugat. Nah, apa saja yang harus dilakukan oleh sebuah keluarga untuk memberi perawatan yang terbaik untuk anaknya? Keluarga harus menyediakan makanan, tempat tinggal, kasih sayang, perlindungan, dan keamanan bagi anak maupun seluruh anggota keluarga.
  3. Fungsi “Rumah” dalam Keluarga,  yang dimaksud dari fungsi keluarga sebagai “rumah” bukan hanya sekedar menyediakan tempat tinggal saja, tapi juga membuat seluruh anggota keluarga merasa seperti memiliki “rumah” sebagai tempat perlindungan yang menawarkan rasa aman dan proteksi yang baik. Sebuah “rumah” di dalam keluarga akan memberikan dukungan emosional dan psikologis untuk semua anggota keluarga. Di samping itu, fungsi “rumah” dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan cinta bagi setiap anggota keluarga tersebut.
  4. Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga, Fungsi keluarga yang satu ini juga tidak kalah penting dengan tiga fungsi yang sudah disebutkan sebelumnya. Keluarga memainkan peran penting dalam proses sosialisasi. Di dalam keluarga, seorang anak akan belajar tentang nilai, norma, moral, dan cara untuk menjalin komunikasi dengan orang lain di luar keluarga. Selain itu, keluarga adalah tempat untuk membentuk karakter pada masing-masing anggota keluarga, terutama anak. Dari keluarga, anak bisa belajar mengenai hal-hal baik dan buruk maupun yang salah atau benar. Melalui proses sosialisasi dalam keluarga, anak akan menjadi manusia sosial dengan karakter yang baik.
  5. Fungsi Ekonomi dalam Keluarga, Sejak zaman dahulu, fungsi ekonomi di dalam keluarga sudah berjalan tanpa kita sadari. Keluarga adalah tempat di mana kita bisa memperoleh makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan materi lainnya. Keluarga akan memberikan dukungan finansial untuk masing-masing anggota keluarganya. Fungsi ekonomi dalam keluarga meliputi pencarian nafkah, manajemen keuangan, dan penggunaan dana untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan dalam sebuah keluarga. 
  6. Fungsi Pendidikan dalam Keluarga, Keluarga adalah tempat pertama untuk memberikan pendidikan dan didikan kepada setiap anggota keluarganya, terutama bagi anak-anak. Keluarga adalah sarana pertama untuk mengajarkan membaca atau berhitung, mengenalkan segala pengetahuan dalam kehidupan, mengajarkan keterampilan, dan memberikan panduan mengenai proses jual-beli. Tanpa kita sadari, orang tua pasti pernah mengajarkan salah satu hal tersebut, bukan? Bahkan, sebelum anak mendapat materi pendidikan ini di sekolah, sering kali orang tua lebih dulu mengajarkan pendidikan dasar tersebu kepada anak-anaknya.


10. Tahap pertumbuhan individu, yaitu :

  1. Masa vital yaitu dari usia 0,0 sampai kira-kira 2 tahun.
  2. Masa estetik dari umur kira - kira 2 tahun sampai kira - kira 7 tahun. 
  3. Masa intelektual dari kira - kira 7 tahun sampai kira - kira 13 atau 14 tahun.
  4. Masa sosial, kira - kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira - kira 20 sampai 21 tahun.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandiri 1 - Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 2 Kampus Milenial ITBI Semester 2 (DUA)